Upaya percepatan penurunan stunting di Toraja Utara kembali diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi dan Rapat Koordinasi Rumah Gizi, yang digelar pada Senin, 14 Juli 2025, di Ruang Pola Marante. Kegiatan ini difokuskan pada 21 kelurahan dan lembang lokus stunting, dan melibatkan sejumlah unsur strategis, mulai dari OPD terkait, camat, kepala lembang/kelurahan, ketua TP-PKK tingkat kecamatan/lembang, penyuluh kesehatan, hingga petugas gizi.
Dalam arahannya, Ketua TP-PKK Kabupaten Toraja Utara, Ibu Damayanti Batti Palimbong, menekankan pentingnya kolaborasi konkret lintas sektor dalam mengaktifkan kembali rumah gizi sebagai pusat edukasi dan intervensi gizi keluarga.
“Rumah gizi bukan hanya milik PKK, tapi milik kita bersama. Harus kita hidupkan kembali dengan dukungan semua pihak – kader, lembang, hingga masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pokja IV TP-PKK Kabupaten Toraja Utara, Ibu Dice Kondorura, menyampaikan bahwa penanganan stunting tidak bisa bersifat seremonial semata. Ia menggarisbawahi pentingnya kerja sistematis dan berkelanjutan dari semua elemen—baik kader PKK, tenaga kesehatan, maupun pemerintah lembang.
“Rumah gizi bukan sekadar tempat masak bersama, tapi ruang belajar gizi keluarga. Di sinilah edukasi pola makan, pengasuhan, dan pemantauan tumbuh kembang balita dilakukan secara nyata dan terukur,” ujarnya.
Kepala Dinas P3AP2KB dan Dinas Kesehatan turut memaparkan strategi lintas sektor, termasuk edukasi bagi ibu hamil dan menyusui, pelatihan MP-ASI berbasis pangan lokal, pemanfaatan pekarangan untuk kebun gizi, serta pentingnya pemantauan rutin di Posyandu. Dukungan regulatif dan alokasi anggaran dari pemerintah lembang juga disebut sebagai faktor krusial untuk keberlangsungan rumah gizi di masing-masing wilayah.
Tak hanya itu, perhatian juga diarahkan pada pola asuh keluarga, kesiapan calon pengantin, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
TP-PKK Toraja Utara berharap seluruh lokus dapat mengaktifkan kembali rumah gizi secara fungsional, terdokumentasi dengan baik, serta menjadi pionir gerakan keluarga sehat di wilayah masing-masing. Dengan sinergi yang kuat, Pemerintah Kabupaten Toraja Utara dapat berkontribusi signifikan pada target penurunan stunting berkelanjutan menuju Generasi Emas 2045.
Diskominfo-SP - 2025
















